Pengenalan Dasar : Belajar GIS dengan ArcGIS

Apakah arti GIS ?

GIS

GIS merupakan singkatan dari Geographic Information System dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai SIG (Sistem Informasi Geografis).

Kennedy (Kennedy, 2013) menjelaskan bahwa GIS memiliki arti yang sangat luas karena memiliki kemampuan yang sangat banyak misalnya penggunaannya sebagai alat dalam menyelesaikan masalah dalam bidang sosial, geografi, perencanan wilayah dan kota, dan berbagai masalah teknis lainnya, sehingga sungguh tidak mungkin untuk mendapatkan deskripsi yang tepat untuk mendefinisikan artinya. Akan tetapi Kennedy memberikan arti GIS secara umum yaitu:

A geographic information system is an organized collection of computer hardware and software, people, money, and organizational infrastructure that makes possible the acquisition and storage of geographic and related attribute data, for purposes of retrieval, analysis, synthesis, and display to promote understanding and assist decision making.

Secara harfiah dapat diartikan bahwa sebuah Sistem Informasi Geografis adalah kumpulan dari perangkat keras dan lunak komputer, masyarakat, uang, dan infrastruktur yang semuanya itu terorganisasi sehingga memungkinkan untuk mengakuisisi dan menyimpan data geografis dan data lain yang berbuhubungan, dengan tujuan kemudian untuk mengambil, menganalisis, mensintesis, dan menampilkan data tersebut, sehingga dapat diperoleh suatu pengertian tentang data tersebut dan membantu dalam pengambilan keputusan.

Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa : Sistem Informasi Geografis adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi bereferensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini. Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.

Tentang ArcGIS

ArcGIS

Dalam Nasser (Nasser, 2015) ArcGIS adalah sebuah produk software GIS yang dikembangkan oleh Esri (Environmental Systems Research Institute), yang mulai dikembangkan sejak tahun 1990an, dan kemudian dikeluarkan pada tahun 1999.

ArcGIS dikenal sebagai salah satu produk terbaik dalam hal solusi dalam meng-implementasikan GIS dalam Sistem Operasi Windows.

ArcGIS yang dirilis pertama kali itu dalam perkembangannya yang seiring dengan perkembangan teknologi baru berubah nama menjadi ArcGIS for Desktop (untuk ArcGIS yang digunakan di desktop komputer) untuk membedakannya dengan jenis ArcGIS dengan teknologi lain.

Ketika jaringan Web mulai berkembang dengan kemajuan-kemajuan baru sekitar tahun 2000an, Esri kemudian mengadopsinya kemudian mengembangkan ArcGIS for Server, yang secara perlahan-lahan menanamkan semua kemampuan ArcGIS sebagai sebuah layanan web (web services) sehingga dapat diakses dalam berbagai perangkat termasuk perangkat telepon mobile.

Satu dekade kemudian ketika teknologi solusi awan (cloud solutions) mulai muncul, Esri kemudian merilis ArcGIS Online yang berbasis Software as a Service (SaaS).

SaaS adalah sebuah model distribusi perangkat lunak berbasis awan dimana semua infrastruktur, perangkat keras, manajemen perangkat lunak, dan aplikasi tersedia di sistem awan (cloud) dan diakses secara online. Pengguna memakai aplikasi sebagai suatu layanan tanpa harus memiliki mesin berteknologi tinggi.

Esri mendesain ArcGIS Online dengan tujuan untuk memudahkan pengguna, ArcGIS Online menyembunyikan semua peralatan dan teknologi ArcGIS yang berupa perangkat keras dan lunak yang dulunya harus dikelola oleh pengguna, yang sekarang dengan ArcGIS Online pengguna tinggal berfokus dalam proses pembuatan peta (mapping). Karena semuanya tersedia di dalam sistem awan (cloud), membuat pengguna hanya berfokus pada pekerjaan mereka tanpa khawatir akan pengaturan-pengaturan, pengelolaan server dan database, dan pengecekan optimisasi ketika layanan berjalan.

 

References:

Kennedy, M., Introducing Geographic Information Systems with ArcGIS Third Edition – A Workbook Approach to Learning GIS, John Wiley & Sons, Inc., New Jersey, 2013

Nasser, H., ArcGIS by Example, Packt Publishing, Birmingham, 2015

Wikipedia, Sistem Informasi Geografis, https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_geografis, diakses 26 September 2016

Bagikan :
TwitterFacebookGoogle+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *